Saat dirilis, Badan Sensor Film Korea (Korea Media Rating Board) langsung melarang Lies untuk ditayangkan di bioskop. Ada beberapa alasan kuat:
Film ini tidak hanya mengomentari seks, tetapi juga tradisi. Salah satu adegan paling ikonik (dan mengganggu) adalah saat J dan Y berusaha menemukan lokasi hotel sementara koruptor dan pejabat menikmati hidung miring di tempat yang sama. Jang Sun-woo dengan lihai mengkritik kemunafikan masyarakat Korea yang tampak sopan di luar, namun bejat di dalam.
Film ini bukan film biasa. Sutradara Jang Sun-woo menciptakan karya yang membuat penontonnya duduk tak tenang, mempertanyakan batas antara seni dan batas moral. Mari kita simak ulasannya!
Film ini ditujukan untuk penonton dewasa dan mengandung konten yang memerlukan kebijaksanaan. Watch Lies | Netflix nonton film lies 1999 korea
: Cerita berpusat pada Y (diperankan oleh Kim Tae-yeon), seorang siswi SMA berusia 18 tahun, dan J (diperankan oleh Lee Sang-hyun), seorang pemahat patung beraliran kontemporer berusia 38 tahun yang sudah menikah. Berawal dari rasa penasaran dan keinginan Y untuk memegang kendali atas petualangan seksual pertamanya, ia berinisiatif menghubungi J lewat telepon.
Eventually, the intensity of their bond becomes unsustainable. The external world—family, law, and social expectations—starts to close in. The film doesn't offer a traditional "happy ending"; instead, it leaves the characters (and the audience) questioning whether their pursuit of "truth" was a liberation or simply a different, more dangerous kind of lie. Cinematic Context
Diadaptasi dari novel terlarang berjudul Tell Me a Lie karya Jang Jung-il, film ini mengisahkan hubungan asmara terlarang yang intens antara dua individu dengan jarak usia yang sangat jauh. Saat dirilis, Badan Sensor Film Korea (Korea Media
Specific written about its themes Share public link
Di situs seperti atau YesAsia , Anda masih bisa menemukan edisi DVD Lies (biasanya dari distributor Taewon Entertainment atau Palm Pictures untuk versi Amerika). Pastikan Anda memiliki DVD player region-free jika membeli dari luar negeri.
Lies (1999) adalah potret gelap dari keinginan manusia dan pencarian identitas yang ekstrem. Bagi penonton modern, film ini berfungsi sebagai dokumen sejarah penting tentang bagaimana sinema Korea berjuang melawan sensor untuk mencapai kebebasan kreatif yang dinikmati industri tersebut saat ini. Mari kita simak ulasannya
850 words
Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian berani menonton film klasik ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!